Tips Pintar memilih Printer

alhamdulillah berkesempata lagi berbagi info. ok kali ini saya akan men-Share tentang Tips Pintar memilih Printer ,
ok sebelumnya kita ulas manfaat printer bagi kehidupan, jangan tanya lagi sekarang printer sudah jadi kebutuhan agak pokok bahkan kalo menurut anda mungkin sudah pokok, printer banyak di gunakan di instansi – instansi pemerintah, di digital printing dan lain sebagainya…
okee kita langsung aja deh, udah pada gg sabar yaa…. 😀

Dalam dunia penerbitan atau desainer, selain harus menggunakan komputer
berkecepatan tinggi, aspek penting lain yang tidak kalah pentingnya adalah
printer. Dua hal tersebut merupakan kebutuhan yang tidak bisa ditawar-tawar
lagi. Dalam memilih sebuah printer jenis Dot Matrix, Laser atau pun InkJet, aspek
kecepatan dan kualitas cetak menjadi petimbangan utama di samping merek dan
harga.
Selain hal tersebut, kompatibilitas, garansi, layanan dan purnajual pun tetap
menjadi pertimbangan yang tidak bisa dikesampingkan. Pertimbangan yang
disebutkan terakhir akan terasa ketika berhadapan dengan masalah dan
mahalnya biaya perawatan.
Di pasaran saat ini beredar berbagai jenis dan merek printer. Secara garis besar
dapat dibedakan menjadi tiga, yaitu Dot Matrix, InkJet, dan LaserJet. Kini
memang sangat sulit untuk memilih printer idaman. Selain harganya mahal,
biaya perawatannya juga tidak menentu. Pertimbangan ini tidak hanya
didasarkan kecepatan dan kualitas cetak, masalah harga dan biaya perawatan
pun menjadi pemikiran.
Memang ada jenis dan merek printer tertentu yang harganya hampir sama
dengan satu tube toner untuk printer Laser, tetapi umur printer seperti itu
umumnya tidak akan lama. Jadi dalam hal memilih printer, kita harus
memperhitungkan beberapa hal, antara lain biaya perawatan, kualitas dan tentu
saja kecepatan.
Kualitas tinggi
Pilihan yang tepat dan merupakan pertimbangan dalam memilih sebuah printer
adalah dengan memperhatikan beberapa aspek penting seperti resolusi tinggi,
kecepatan maksimal, kompatibilitas dan harganya terjangkau.
Sebenarnya untuk membedakan kualitas dan kecepatan cetak pada dasarnya
tidak harus dilihat dari mahal tidaknya sebuah printer. Karena, adakalanya jenis
printer Dot Matrix harganya jauh lebih mahal dari printer InkJet atau LaserJet.
Oleh karena itu, jika Anda akan memilih printer berkualitas tinggi yang menjadi
pertimbangan adalah harga, kompatibilitas, kecepatan dan kualitas cetak. Jika
kecepatan dan kualitasnya baik serta harganya terjangkau itulah yang harus
dipilih. Tapi, jika kualitas cetak dan kecepatannya kurang baik serta biaya
perawatannya mahal itu bukanlah solusi. Jika Anda pemakai atau pernah
menggunakan printer jenis DeskJet dan sudah mengetahui keandalannya, itulah
yang harus Anda pertimbangkan.

Umumnya printer DeskJet merupakan printer beresoluasi 600 dpi untuk tes hitam
putih dengan kecepatan 12 hlm./menit ( page per minute/ppm) dan 10 ppm untuk
jenis warna dan 2.400×1.200 dpi mode included untuk jenis kertas foto. Seperti
diketahui, kualitas cetak printer ditentukan resolusi yang dihitung dengan satuan
dpi (dot per inci persegi). Semakin tinggi resolusi, semakin baik kualitas
cetaknya.
Sedangkan mengenai kecepatan secara umum diukur dalam jumlah halaman
per menit. Selain itu, penerapan teknologi Ret3 (Resolution Enhancement
Technology) dan finetoner merupakan keharusan bagi sebuah printer Laser.
Dengan teknologi Ret yang menggunakan aturan algoritmik akan
menginstruksikan printer untuk menempatkan dot secara selektif, sehingga akan
menghasilkan keluaran lebih halus dan tidak bergerigi.
Beberapa vendor seperti HP menggunakan teknologi ini, begitu juga dengan
vendor lain seperti IBM/Lexmerk juga menerapkan teknologi yang sama dengan
nama PQET (Print Quality Enhancement Technologi).
Dalam menentukan harga sebuah printer umumnya diukur dengan kerapatan
atau resolusi. Semakin tinggi resolusi sebuah printer akan semakin mahal
harganya. Tetapi perlu diingat, semakin tinggi harga sebuah printer kualitasnya
belum tentu lebih baik. Oleh karena itu, masalah tingginya harga printer bukan
merupakan patokan untuk menentukan keandalan suatu printer.
Dukungan “software”
Yang perlu diperhatikan dalam memilih suatu printer adalah kualitas cetak
(resolusi), kompatibilitas dan layanan serta garansi tetap harus diperhatikan.
Sejak kali pertama printer LaserJet diperkenalkan perhatian sepenuhnya
ditujukan pada pengembangan ketajaman dan resolusinya. Karena secara jujur
kerapatan ini berperan sangat penting untuk menghasilkan output yang
berkualitas. Pertimbangan utama pengembangan teknologi ini pada dasarnya
adalah untuk menciptakan kualitas cetak yang benar-benar prima pada berbagai
jenis media.
Memori, resolusi atau kerapatan dan kecepatan berkaitan erat dengan kapasitas
memori pada printer. Sebagian besar printer kategori low end yang
menghasilkan resolusi antara 300-600 dpi dengan output antara 6-12 ppm
membutuhkan memori antara 1 MB sampai dengan 2 MB. Sedangkan untuk
kelas high end memori yang dibutuhkan berkisar antara 4 MB atau lebih.
Seperti umumnya printer kelas menengah, standar memorinya sekira 4 MB dan
4 Kb Buffer. Beberapa vendor khususnya yang memproduksi printer Laser sudah
menerapkan teknologi peningkatan memori. Peningkatan memori akan akan
meningkat pula kecepatan printer.

Sebagai contoh sejak beberapa tahun lalu HP sudah menerapkan teknologi Met
(Memory Enhancement Technology). Vendor lain seperti OKI juga menerapkan
teknologi ini dengan nama MEM (Memory Enhanced Management).
Semakin tinggi memori sebuah printer akan semakin cepat dan semakin banyak
halaman yang dihasilkan. Dukungan software dengan sistem operasi produk
Microsoft seperti Windows 2000, Windows XP, Windows 20003, Windows
Longhorn, Linux, System XX untuk Macintosh dan sebagainya. Para vendor
yang menawarkan berbagai periferal juga mengacu ke situ.
Periferal seperti printer baik jenis Dot Matrix, InkJet, DeskJet maupun LaserJet
hampir semuanya menyertakan driver untuk berbagai platform. Untuk
mempertahankan agar driver tersebut tetap awet sebaiknya Anda menyimpan
driver printer tersebut secara baik. Karena jika printer yang digunakan hilang
driver-nya dan sistem operasi yang digunakan tidak secara otomatis mengenali
printer tersebut, Anda akan kesulitan pada saat akan menginstalasi printer
tersebut, khususnya jika menggunakan sistem operasi Linux atau System XX
untuk Macintosh.
Merawat “printer”
Perawatan untuk menjaga stabilitas printer, penggunaan kertas yang sesuai
dengan ukuran sangat diperlukan. Ukuran ini dapat diartikan dalam hal ketebalan
yang diukur dengan gram ataupun panjang dan lebarnya. Jika printer yang
digunakan maksimal menggunakan kertas Letter, A4 atau Folio untuk
pencetakan dokumen, kita harus menggunakan ukuran yang sesuai dengan
ketentuan.
Begitu juga ketebalan atau berat dan halusnya kertas harus diperhitungkan. Hal
ini bertujuan agar printer awet dan tahan lama. Satu hal lagi yang tidak kalah
pentingnya untuk menjaga stabilitas dan kontinuitas printer Laser adalah dalam
hal pemakaian toner. Pemakaian toner isi ulang sangat membahayakan.
Toner isi ulang selain akan menghasilkan dokumen yang kotor juga bisa
mengganggu komponen atau mainboard dari printer yang bersangkutan. Satu
hal lagi adalah dalam hal pemasangan kabel paralel printer ke LPT1 atau LPT2
dan USB. Proses pemasangan ini sebenarnya tidak terlalu sulit, namun jika
terjadi kesalahan prosedur bisa berakibat fatal, terutama untuk printer tertentu
yang sensornya sangat sensitif. Untuk itu jika akan memasang kabel printer ke
paralel atau USB sebaiknya printer dalam keadaan off (tidak dinyalakan).
Setelah kabel terpasang, baru printer tersebut dinyalakan. Dengan mengikuti
beberapa saran tersebut kemungkinan besar printer Anda akan awet dan tahan
lama. Satu hal lagi yang tidak kalah pentingnya adalah pada saat memasang
catridge. Usahakan printer dalam keadaan normal, artinya tidak sedang
digunakan. Biasakan kepala printer secara otomatis berada di tengah-tengah

atau dalam keadaan diam. Karena pada saat casing printer diangkat kepala
printer akan lari ke tengah.
Jangan menariknya dengan paksa, karena jika dipaksa akan terjadi proses tarik-
menarik antara Anda dan mesin. Hal tersebut harus dihindari untuk keselamatan
printer.
Begitu juga pada saat pengisian tinta printer jenis LaserJet. Pasanglah toner
dalam keadaan printer tidak operasi. Tujuannya tentu saja agar sensor dalam
printer tidak terpengaruh gerakan tangan yang sedikit kasar.***
KARAKTER TINTA ISI ULANG PRINTER YANG BAIK.

Maraknya perkembangan dunia pertintaan dewasa ini menuntut kita untuk lebih
berhati-hati dan bijaksana dalam memilih tinta isi ulang yang tepat untuk printer
kita. Pemilihan tinta isi ulang yang tepat akan berdampak positif bagi printer kita,
dan sebaliknya pemilihan tinta isi ulang yang salah/tidak tepat akan berakibat
fatal dan akan dapat menghilangkan asset yang kita miliki. Tentunya disini yang
kita bicarakan adalah lifetime printer, kualitas cetak, serta mutu dan harga tinta
isi ulang itu sendiri.

Bermunculannya produsen-produsen tinta dadakan yang mewarnai dunia
pertintaan dewasa ini harus kita waspadai, karena tidak semua produsen tinta
tersebut memiliki itikad yang baik dalam memproduksi produk-produk mereka,
bahkan banyak diantara mereka yang mendasari usahanya dengan sifat
oportunisme, sehingga produk yang dilempar ke pasaran asal bisa laku dan
produsen bisa meraup keuntungan yang sebesar-besarnya. Dan bila terjadi
komplain, maka produsen “nakal” ini tinggal ganti merk dagang dan meluncurkan
kembali produknya dengan merk baru dan kualitas yang sama demikian
seterusnya (merk dagang kan sekarang murah..!), dan sekali lagi konsumen
yang menjadi korban atas kejahatan produsen yang tidak bertangung jawab ini
(studi kasus persaingan di dunia printhead cleaner, nantikan bahasannya..!)

Untuk membekali kewaspadaan kita terhadap tinta isi ulang yang beredar di
pasaran dewasa ini, kami akan membawakan beberapa karakter atau sifat-sifat
tinta yang layak untuk kita konsumsi.

Tinta isi ulang yang baik harus memiliki sifat seperti berikut :

1. Tinta isi ulang harus memiliki tingkat keasaman yang seimbang (pH
balance)

Cara mengetahui tingkat keasaman sebuah tinta isi ulang tidak dapat
dilakukan dengan hanya mencelupkan kertas lakmus ke dalam cairan tinta,
dikarenakan indicator pada kertas lakmus akan tertutupi oleh warna tinta
sehingga kita tidak dapat mengukur/melihat tingkat keasaman tinta isi ulang
pada kertas lakmus. Jadi kita membutuhkan sebuah pH meter digital untuk
mengukur tingkat keasaman sebuah tinta isi ulang. Cara kerja pH meter
digital hanya dengan mencelupkan ujung indicator pada cairan tinta, dan
pada layer LCD akan nampak tingkat keasaman tinta isi ulang yang sedang
kita amati. Harga pH meter digital ini bervariasi, paling murah yang bisa kita
dapatkan dipasaran adalah dengan harga Rp. 350.000,-.

Bila anda kesulitan dengan cara mengukur/menguji keasaman sebuah
produk tinta isi ulang, maka anda tinggal memilih produk tinta isi ulang yang
telah mencantumkan pada kemasan produknya keterangan tentang pH
produknya, biasanya pada kemasannya tertulis “With pH balance”.
Mengenali Kerusakan Printer Inkjet dan Solusinya
Perkembangan industri printer pada hari-hari terakhir memaksa kita untuk
lebih serius mempelajari karakter-karakter printer terbaru sehingga
gangguan-gangguan pada penggunaan printer yang diakibatkan oleh
modifikasi ataupun hal-hal yang lain dapat kita cermati dan kemudian
dapat kita berikan jalan keluar terbaik, berikut ini kami akan memberikan
sedikit paparan tentang kerusakan-kerusakan yang sering terjadi pada
printer inkjet dan juga kami akan memberikan sedikit solusi, tentunya yang

kami sampaikan ini tidak lengkap dan jauh dari kesempurnaan, tapi kami
berharap bisa bermanfaat, bagi kita para pengguna printer inkjet.

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s